BANJARMASIN, INFO_PAS – Warga binaan Kristiani Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengikuti kegiatan ibadah dan pembinaan kerohanian yang dilayani oleh Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Eben Ezer, Jumat (5/6), bertempat di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

Kegiatan ibadah dihadiri oleh seluruh warga binaan Kristiani dan Pembina Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Pelayanan firman disampaikan oleh Pdt. Poniwinatae Putera, S.Th dengan mengangkat tema dari Kitab Roma 12:12 tentang pentingnya hidup dalam sukacita pengharapan, kesabaran dalam menghadapi kesesakan, dan ketekunan dalam doa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan puji-pujian dan penyembahan bersama, dilanjutkan dengan penyampaian khotbah yang mengajak warga binaan untuk tetap memiliki pengharapan kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dalam khotbahnya, Pdt. Poniwinatae Putera menegaskan bahwa Roma 12:12 merupakan pedoman hidup bagi orang percaya untuk tetap bersukacita karena janji keselamatan, tabah dalam menghadapi persoalan, dan senantiasa membangun komunikasi yang konsisten dengan Tuhan melalui doa.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Erik Simanjuntak, mengajak warga binaan untuk memaknai setiap proses kehidupan sebagai sarana pembentukan iman.

“Dalam renungan ini, jadikan masa-masa sukar yang sedang dijalani sebagai proses pembentukan karakter dan pendewasaan iman. Tetaplah berpengharapan dan setia dalam doa karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” ujar Erik Simanjuntak.

Salah seorang warga binaan, Imanuel, mengaku mendapatkan penguatan melalui ibadah yang diikutinya.

“Doa menjadi kebiasaan rutin saya untuk selalu mengucap syukur dan menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan setiap waktu. Melalui ibadah ini saya semakin dikuatkan untuk tetap memiliki pengharapan,” ungkap Imanuel.

Secara terpisah, Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu program penting dalam membentuk karakter dan kepribadian warga binaan.

“Kegiatan pembinaan kerohanian menjadi sarana yang sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta membangun optimisme warga binaan dalam menjalani masa pembinaan. Kami berkomitmen untuk terus memfasilitasi kegiatan keagamaan bagi seluruh warga binaan sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing,” ujar Akhmad Herriansyah.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Banjarmasin terus berupaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, berkarakter, dan siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *