INFO_PAS – Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pentingnya integritas sebagai pilar utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di lingkungan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (17/6).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, serta perwakilan warga binaan yang tergabung dalam Pramuka Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kalapas Akhmad Herriansyah, Perwira Upacara Kepala Subbagian Tata Usaha Fajar Shidiq Sulistiawan, dan Komandan Upacara Kepala Subsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Obi Noverianda.

Dalam amanatnya, Kalapas mengingatkan kembali pentingnya kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

“Hari Kesadaran Nasional bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kesadaran tersebut harus diwujudkan dalam sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Akhmad Herriansyah.

Selain menekankan nilai-nilai kebangsaan, Kalapas juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai ketentuan dalam KUHP terbaru, khususnya Pasal 276 yang mengatur larangan bagi petugas menerima maupun memberikan barang kepada warga binaan di luar ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi pidana maupun denda sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk menjaga integritas dan memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan yang dilakukan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran integritas, termasuk praktik pemberian maupun penerimaan barang yang tidak sesuai ketentuan. Integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh insan pemasyarakatan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Kalapas turut memberikan apresiasi kepada warga binaan anggota Pramuka yang berpartisipasi sebagai petugas dan peserta upacara. Tiga anggota Pramuka warga binaan dipercaya menjalankan tugas sebagai pengibar Bendera Merah Putih setelah mengikuti latihan dan pematangan selama dua hari.

Menurutnya, keterlibatan anggota Pramuka dalam kegiatan upacara merupakan cerminan keberhasilan program pembinaan yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

“Saya mengapresiasi anggota Pramuka warga binaan yang telah menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas hari ini. Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa proses pembinaan mampu membentuk karakter positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air,” tambahnya.

Salah seorang anggota Pramuka warga binaan yang bertugas sebagai pengibar bendera, RK, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Menjadi pengibar bendera pada Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kami berlatih dengan sungguh-sungguh selama dua hari dan merasa bangga dapat menjalankan tugas dengan baik. Kesempatan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap RK.

Melalui Upacara Hari Kesadaran Nasional, Lapas Kelas IIA Banjarmasin terus memperkuat nilai-nilai nasionalisme, kesadaran hukum, dan integritas sebagai fondasi dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta pembinaan warga binaan menuju perubahan yang lebih baik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *