BANJARMASIN, INFO_PAS – Komitmen Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam mengembangkan program ketahanan pangan kembali membuahkan hasil. Selada hidroponik hasil budidaya warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) resmi memperoleh Sertifikat Prima 3 yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Syamsir Rahman, M.S., Jumat (13/6), di ruang kerja Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas turut didampingi Kasi Konsum\si dan Keamanan Pangan, Akhmad Syahid Berny. Sertifikat tersebut diterima oleh Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Obi Noverianda, yang mewakili Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kasubsi Sarana Kerja Agus Sugiyatno beserta staf Seksi Kegiatan Kerja. Sertifikat Prima 3 merupakan bentuk pengakuan dan jaminan bahwa produk pangan segar hasil pertanian telah memenuhi standar budidaya yang baik, aman untuk dikonsumsi, bebas dari cemaran, serta memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi ini diberikan sebagai bentuk penilaian terhadap penerapan budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP) pada produk pertanian yang dihasilkan. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Banjarmasin melalui sektor pertanian. Selada hidroponik yang dibudidayakan di area SAE berhasil memenuhi aspek mutu dan keamanan pangan sehingga layak memperoleh Sertifikat Prima 3. Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk pertanian hasil pembinaan warga binaan. “Penerimaan Sertifikat Prima 3 ini menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus menjaga kualitas hasil pertanian yang dibudidayakan warga binaan. Sertifikasi ini membuktikan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki daya saing yang baik,” ujarnya. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Syamsir Rahman, M.S., mengapresiasi keberhasilan Lapas Banjarmasin dalam mengembangkan sektor pertanian hingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar sertifikasi. “Hari ini kami menyerahkan Sertifikat Prima 3 kepada Lapas Banjarmasin untuk produk selada hidroponik yang telah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan. Kami melihat potensi yang sangat baik karena tidak hanya mengembangkan komoditas sayuran, tetapi juga berbagai sektor lainnya, termasuk perikanan,” ujar Syamsir Rahman. Menurutnya, keterlibatan lapas dalam pengembangan sektor pertanian merupakan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan daerah. “Kami berharap kegiatan budidaya yang dilakukan dapat membantu mendukung swasembada pangan di Kalimantan Selatan. Terus semangat untuk mewujudkan swasembada pangan, dan semangat pula bagi lapas-lapas yang telah berkontribusi terhadap sektor pertanian di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada Lapas Banjarmasin dalam pengembangan sektor pertanian. “Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh jajaran serta warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Kami berharap keberhasilan ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan Lapas Banjarmasin sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan produk pertanian yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” ungkap Akhmad Herriansyah. Perolehan Sertifikat Prima 3 semakin memperkuat komitmen Lapas Banjarmasin dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus sejalan dengan akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Melalui pembinaan kemandirian berbasis pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berstandar mutu, Lapas Banjarmasin terus mendorong warga binaan untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.