Banjarmasin, INFO_PAS – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pengolahan makanan yang aman dan higienis, empat petugas dapur Lapas Kelas IIA Banjarmasin mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Jalan Pramuka Komplek Tirta Dharma Banjarmasin, Sabtu (13/6).

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip keamanan pangan, guna memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan memenuhi standar kesehatan yang berlaku.

Berbagai instansi dan organisasi profesi turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, di antaranya Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Indonesian Chef Association (ICA), serta Poltekkes Kemenkes Banjarmasin yang menghadirkan para akademisi dan praktisi di bidang kesehatan serta kuliner.

Salah satu narasumber yaitu Chef Babeh Krishna Wibowo, yang dikenal memiliki pengalaman panjang di dunia kuliner, bersertifikat nasional maupun internasional, serta berpengalaman bekerja di dalam dan luar negeri. Saat ini beliau menjabat sebagai General Manager Zuri Express Hotel Banjarmasin.

Adapun materi yang disampaikan meliputi kebijakan keamanan pangan siap saji, penggunaan bahan tambahan pangan, pembersihan dan sanitasi peralatan, pemeliharaan lingkungan kerja, pengendalian vektor pembawa penyakit, pencegahan cemaran pangan, higiene perorangan, hingga tahapan proses produksi pangan siap saji.

Dr. Isnawati dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip sanitasi dan higiene pangan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, penyajian, hingga distribusi makanan.

“Tujuan utama pelatihan ini ialah agar kita semua memahami prinsip sanitasi dan higiene pangan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, penyajian, hingga distribusi makanan. Dan yang paling utama, menjamin mutu serta keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu petugas dapur Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Ahmad, mengaku pelatihan ini memberikan manfaat besar dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan terkait pengolahan makanan yang aman dan higienis.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam memahami standar kebersihan dan keamanan pangan yang benar. Ini menjadi bekal penting agar kami bisa lebih disiplin dan teliti dalam mengolah makanan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten dalam setiap proses pengolahan makanan, sehingga kualitas dan keamanan konsumsi di lingkungan Lapas dapat terus terjaga.

Kalapas Kelas IIA Banjarmasin Akhmad Herriansyah menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kompetensi petugas, khususnya yang terlibat dalam pengolahan makanan.

“Keamanan pangan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kami ingin memastikan setiap makanan yang disajikan di lingkungan Lapas benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar kesehatan. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran petugas,” ujarnya.

Lapas Kelas IIA Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya petugas, melalui program pembinaan yang berkelanjutan dan aplikatif di lapangan.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *